Selasa, 20 Maret 2012

FIQIH, Thowaf, Sa'i dan Tahalul

 
THOWAF

A.      Syarat-syarat thowaf
  1.  Suci dari hadats dan najis.
  2.  Menutup aurat.
  3. Thowaf diawali dan diakhiri di Hajar Aswad yang berada di pojok Ka’bah.
  4.  Thawaf dilakukan berlawanan dengan arah jarum jam atau Ka’bah berada di sebelah kiri orang thowaf.
  5.  Thowaf dilakukan selama 7 kali putaran/keliling.
  6.  Thowaf dilakukan di dalam Masjidil Haram dan Hijir Ismail merupakan satu kesatuan dengan Ka’bah.
B.      Macam-macam Thowaf
Selain Thowaf Ifadah ada lagi tiga Thowaf lainnya tetapi tidak termasuk dalam rukun haji. Thowaf tersebut yaitu:
1.       Thowaf Qudum (Thowaf Tahiyat atau penghormatan), thowaf ini dilakukan ketika baru sampai di Mekah.
2.       Thowaf Wada (Thowaf perpisahan), thowaf ini dilakukan ketika akan meninggalkan Mekah.
3.       Thowaf Sunnah, yaitu thowaf yang dilakukan pada setiap kesempatan.


 

SA’I

A.      Syarat-syarat sa’i
1.       Sa’i dilakukan sesudah thowaf  berikut sunnah-sunnahnya.
2.       Sa’i dimulai di bukit shofa dan diakhiri di bukit marwah.
3.       Sa’I dilakukan 7 kali.
B.      Tata cara sa’i
1.       Berniat untuk melakukan sa’i.
2.       Dari bukit shofa, jamaah berjalan sampai ke pilar pertama. Mereka berlari-lari kecil sampai ke pilar kedua. Kemudian, jalan biasa sampai ke marwah hendaklah berdiri menghadap ke ka’bah dengan member isyarat sambil membaca “bismillahi Allahu akbar”. Begitulah seterusnya dari marwah ke shofa sebanyak 7 kali dan berakhir di marwah.
3.       Selama haji terus membaca do’a: “Innasshofa wal marwata min sya’airillah”.
4.       Kemudian membaca do’a kebaikan dunia akhirat.


 
TAHALUL
Macam-macam tahalul:
1.       Tahalul awal, apabila jemaah haji telah melakukan tiga hal (melempar jumroh aqobah, mencukur dan tawaf ifadah), diperbolehkan tahalul awal. Dengan demikian, boleh menanggalkan pakaian ihromnya, memakai wangi-wangian dan sebagainya. Akan tetapi, tetap dilarang melakukan hubungan suami istri.
2.       Tahalul tsani, disebut tahalul tsani karena kegiatan ini merupakan menggunting rambut yang kedua. Setelah jemaah haji melakukan tiga hal (melempar jumroh aqobah, mencukur dan thoeaf ifadoh), maka diperbolehkan melakukan tahalul tsani. Dengan demikian, mereka sudah boleh melakukan segala hal yang dilarang termasuk hubungan suami-istri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar