Sabtu, 02 Juli 2011

Surat Al Maun

بسم الله الرحمن الرحيم
107:1
Sahih International
Have you seen the one who denies the Recompense?
107:2
Sahih International
For that is the one who drives away the orphan

107:3
Sahih International
And does not encourage the feeding of the poor.

107:4
Sahih International
So woe to those who pray

107:5
Sahih International
[But] who are heedless of their prayer -

107:6
Sahih International
Those who make show [of their deeds]

107:7
Sahih International
And withhold [simple] assistance.
al-Ma'un
الْمَاعُونَ

Al-Ma’un.png
Informasi
Arti Barang-Barang Yang Berguna
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 107
Juz Juz 30
Statistik
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 7 ayat
Surah Al-Ma'un (bahasa Arab:الْمَاعُونَ, "Barang-Barang Yang Berguna") adalah surah ke-107 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 7 ayat. Kata Al Maa'uun sendiri berarti barang-barang yang berguna, diambil dari ayat ke-7 dari surat ini. Pokok isi surat menceritakan ancaman terhadap mereka yang tergolong mendustakan agama yakni mereka yang menghardik anak yatim, tidak menolong fakir miskin, riya'(ingin dipuji sesama manusia) dalam salatnya, serta enggan menolong dengan barang-barang yang berguna.
QS Al-Maa'uun (Al-Ma'un) [107] ayat 1 s/d 7 sbb :
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6. orang-orang yang berbuat riya,
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.


Ada 2 pendapat dalam mengartikan "lalai dari sholatnya".

Pendapat ke 1.
Beberapa ulama serta beberapa tafsir/terjemahan Al-Quran (misalkan Syaamil Al-Quran), mengartikan "lalai dari sholatnya" adalah tidak menghargai serta melalaikan pelaksanaan dan waktu2 sholat, seperti sholat di akhir waktu, atau terlambat sholat, dsb.

Pendapat ke 2.
Pendapat ke 2 ini antara lain oleh K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), Prof Dr Dawam Rahardjo, Dr. Nurcholish Madjid, dsb, dan beberapa tafsir/terjemahan Al-Quran (misalkan Yassarnal-Quran).
Maksud "LALAI" dari sholatnya, dalam Al-quran, orang tersebut menjalankan dan mengerjakan shalat, tapi ternyata ia melalaikan pesan-pesan, makna dan tujuan yang dikandung dalam amalan shalatnya, antara lain enggan/tidak membantu orang2 fakir mikin, serta berbuat riya.     


  Dalam ayat tsb, bukan orang yang lupa sholat, dsb. Tetapi justru untuk orang yang melaksanakan sholat, namun lalai terhadap pesan, makna, dan tujuan sholatnya, maka sesuai Al-Quran, "Celakalah orang tsb". Terlebih lagi bila sholatnya karena riya. Jadi orang akan celaka jika melaksanakan sholat hanya sebagai pemenuhan formalitas saja, dan tidak memberikan manfaat bagi orang lain (khususnya orang yang menderita).

Dalam Surah Al-Ma'un juga ditegaskan bahwa sesungguhnya iman seseorang yang tidak diiringi kepedulian pada nasib dan penderitaan orang lain (khususnya fakir-miskin dan yatim piatu) maka itu adalah iman yang palsu (orang yang mendustakan agama).

Itulah sebabnya, Surah Al-Ma'un sering disebut-sebut para ulama sebagai surah yang menentang bentuk kesalehan formal (formal piety), karena mengejar kesalehan pribadi. Namun tidak dibarengi dan diiringi kesalehan sosial (komitmen sosial atau amal saleh).
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar