Sabtu, 02 Juli 2011

Surat al Lahab

al-Lahab
المسد

Al-Masad.png
Informasi
Arti Gejolak Api
Nama lain al-Masad (Sabut)
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 111
Juz Juz 30
Statistik
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 5 ayat
Surah Sebelumnya:
Surah An-Nasr
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Ikhlas
Surah 111
Surah Al-Lahab atau Al-Masad adalah surat ke-111 dalam Al-Qur'an. Surat ini terdiri atas 5 ayat dan termasuk surat makiyyah. Nama surat ini diambil dari kata Al Lahab yang terdapat pada ayat ketiga surat ini yang artinya gejolak api. Pokok isi surat ini berisi tentang nasib salah seorang paman Rasulullah SAW yakni Abu Lahab beserta istrinya yang diancam dengan siksa neraka. Surat Al Lahab mengisyaratkan bahwa kemusyrikan itu tidak dapat dipertahankan dan tidak akan menang walaupun pendukung-pendukungnya bekerja keras. Surat Al Ikhlash mengemukakan bahwa tauhid dalam Islam adalah tauhid yang semurni-murninya. 
Terjemah surat Al Lahab:
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang dia usahakan.
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4. Dan begitu pula isterinya, pembawa kayu baker.
5. Yang di lehernya ada tali dari sabut



Asbabun Nuzul
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ia mengatakan: Ketika turun ayat
( وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ )
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (QS. Asy Syu'ara`: 214)

Baginda Nabi lalu berdiri di bukit Shafa kemudian beliau memanggil kaumnya, berkumpullah orang-orang di sekitarnya, ada yang datang sendiri dan ada yang diwakilkan. Beliau bersabda: Wahai Bani Hasyim! wahai Bani Abdul Muthalib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani …. dan seterusnya. Bagaimana jikalau aku beritahukan jika ada pasukan dari balik gunung ini ingin menyerang kalian apakah kalian mempercayaiku?
Mereka menjawab: Ya, Kami belum pernah menemukanmu berdusta. Beliau lalu mengatakan: Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian di depanku ada siksa yang dahsyat.
Abu Lahab mengatakan: Sungguh celaka kalian dalam setiap harinya, apakah kalian mengundangku untuk hal ini? lalu turunlah ayat:
( تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ )

Pelajaran dari surat Al Lahab

Pertama: Dosa paling berat adalah kekafiran

Sungguh bahagia orang yang mendapatkan hidayah, dengan hidayah itu manusia akan bahagia di dunia dan di akhirat. Dosa yang tidak bisa diampuni adalah syirik dan kekafiran tersebut (QS. An Nisa`:48). Tengoklah Abu Lahab orang kaya dari Quraisy bahkan ia termasuk pejabat Quraisy, adapun isterinya merupakan anak Harb sang penguasa Quraisy, karena kekafirannya hartanya dan nasabnya tidak bisa menyelamatkan dirinya dari api neraka, begitu juga amal baiknya. Semua perbuatannya sia-sia.

Kedua; Kebenaran Qur`an

Dalam surat di atas disebutkan bahwa Abu Lahab akan masuk neraka, padahal Abu Lahab masih hidup bagaimana ia bisa masuk neraka, sebenarnya ia bisa bertaubat, masuk Islam, memperbaiki Islamnya hingga Allah mengampuninya, akan tetapi ia tidak melakukannya bahkan tidak pernah terpikir sedikitpun akan hal ini. Itulah hidayah, orang yang lebih dekat dengan Nabi saw belum tentu dapat hidayah. Sungguh Maha Benar Allah dengan segala firmanNya, sebagaimana ramalan Qur`an ini benar maka seluruh ramalan yang ada di dalamnya itu benar tidak ada yang melenceng sedikitpun termasuk adanya hari Kiamat dan akhirat.

Ketiga; Teladan isteri yang jahat

Kisah isteri Abu lahab merupakan contoh isteri yang buruk perilakunya, ia tidak bisa memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Ia malah memilih kekafiran daripada keimanan, memilih kesesatan daripada petunjuk dan menyukai jalan neraka yang gemilau daripada jalan surga yang penuh rintangan.

Nama isteri Abu Lahab adalah Ummu Jamil bin Harb, nama ini tidak disebutkan dalam surat ini karena namanya tidak penting, yang penting adalah pelajaran yang bisa di ambil. Isteri Abu Lahab ini merupakan tokoh yang selalu mengganggu dakwah, ia dalam riwayat selalu memasang dahan-dahan dan duri-duri di jalan yang dilalui baginda Nabi saw, dalam riwayat lain ia selalu berjalan dengan menyebarkan fitnah, adu domba dan gunjingan.

Seperti suaminya ia juga tidak pernah berpikir untuk masuk Islam karena ancaman Al Qur`an ini, itulah hidayah, Allah memberikan petunjuk kepada siapa Yang Ia kehendaki. Dengan hidayah itulah Allah memberikan petunjuk kepada kebanyakan orang Indonesia yang sangat jauh dari Negara Arab tempat para nabi, adapun Negara-negara Eropa yang dekat dengan Negara Arab ternyata kebanyakan mereka tidak mendapatkan hidayah ini.

Keindahan Al Qur`an

Lihatlah ayat-ayat di atas, semuanya indah, berakhir dengan salah satu huruf qalqalah (Qaf, Tha`, Ba, Jim, Dal). Diksi setiap katanya sungguh sangat luar biasa. Coba bayangkan pemilihan Abu Lahab dengan Lahab (ayat ketiga) yang berarti sengatan api neraka.


Belajar dari sejarah

Dalam Al Qur`an banyak sekali mengandung kisah-kisah yang mengandung banyak sekali pelajaran, berbeda dengan kisah-kisah novel di dunia ini. Sejarah akan berulang, tokoh baik selalu ada dan tokoh buruk selalu Nampak, tokoh Abu Bakar, Umar, Usman selalu ada dalam setiap masa adapun tokoh Abu Jahal, Abu Lahab dan isterinya selalu muncul dalam setiap adegan kehidupan. Tinggal tokoh mana yang ada pada diri kita? Wallahu A'lam

baca: Tafsir surat Al Ikhlas, Al Falak dan An Nas

baca: Politik, Obama


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar